Penyaluran bantuan sosial PKH sering terkendala ketidaktepatan sasaran, menyebabkan kerugian negara hingga Rp17 triliun akibat data yang tidak terintegrasi. Penelitian ini bertujuan merancang prototype sistem otomatis penyaluran bansos berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan RFID pada kartu PBI BPJS untuk memverifikasi kelayakan penerima secara real-time. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengintegrasikan mikrokontroler NodeMCU ESP32, sensor RFID, keypad, dan cloud database Firebase. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian Black Box untuk mengukur fungsionalitas perangkat, serta penerapan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk menentukan prioritas kuota bantuan berdasarkan empat kriteria kerentanan ekonomi. Hasil pengujian menunjukkan sistem berhasil memvalidasi data PBI BPJS dengan tingkat akurasi 100% dan latensi di bawah 2 detik. Selain itu, algoritma SAW berhasil mengklasifikasikan 15 sampel responden ke dalam lima golongan desil secara objektif, memastikan bantuan hanya diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sistem ini terbukti efektif meningkatkan efisiensi operasional, mencegah duplikasi data, dan menutup celah kecurangan melalui mekanisme autentikasi ganda. Integrasi IoT dan basis data PBI BPJS ini menawarkan solusi tata kelola bansos yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Copyrights © 2026