Seiring pesatnya pertumbuhan urbanisasi dan kompleksitas kebutuhan transportasi, dalammenghadapi tantangan mobilitas di wilayah perkotaan, perusahaan retail mengadopsilayanan bus karyawan sebagai salah satu strategi efisiensi guna menunjang aktivitas danmeningkatkan kualitas hidup karyawan sekaligus berkontribusi dalam mengurangi dampaklingkungan. Meskipun demikian, implementasi layanan ini tidak lepas dari keterbatasanarmada, fluktuasi kebutuhan transportasi, serta kendala manajemen operasional, terutamabagi perusahaan yang berlokasi jauh dari pusat kota, sehingga sering menimbulkanketidakpuasan di kalangan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkatkepuasan penumpang bus karyawan perusahaan retail dan menganalisis faktor-faktor yangperlu diperbaiki menggunakan metode Servqual (Service Quality) dan IPA (ImportancePerformance Analysis). Dari hasil penelitian ini dihasilkan bahwa terdapat kesenjangannegatif (-0,383) antara persepsi (4,168) dan harapan (4,551) penumpang secara keseluruhan.Dimensi assurance mencatatkan kinerja terbaik dengan gap terkecil (-0,285), sementaradimensi reliability memiliki gap terbesar (-0,515), mengindikasikan bahwa seluruh dimensilayanan masih berada di bawah ekspektasi penumpang. Analisis IPA menyoroti ketepatanwaktu, kualitas AC, dan kenyamanan perjalanan sebagai prioritas utama perbaikan.Rekomendasi yang diberikan meliputi optimasi jadwal operasional berdasarkan pola lalulintas, pemeliharaan berkala armada bus khususnya sistem AC, serta peningkatan fasilitasdan pelayanan bus. Usulan perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasanpenumpang dan mendukung keberlanjutan transportasi perusahaan
Copyrights © 2025