SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
Vol 10, No 3 (2026): June

Skrining dan edukasi kesehatan mental kepada siswa SMPN 2 Poncol menggunakan instrumen SRQ (Self Reporting Questionnaire)

Yuke Petricia (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Fatimatul Zahrok (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Muhammad Ilyas Baihaqi (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Oktavia Nikmatul Wahyuningtyas (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Walfi Prabuligiaro (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Ichsan Maulidy Ahmad (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Fatasya Aulya (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Sefia Nur Dea Anjelina (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Sudarno Sudarno (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2026

Abstract

AbstrakPermasalahan kesehatan mental pada remaja menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian, terutama di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan pihak SMPN 2 Poncol, belum pernah dilakukan skrining kesehatan mental secara rutin sehingga kondisi psikologis siswa belum teridentifikasi secara optimal. Selain itu, pengetahuan siswa mengenai kesehatan mental dan cara mengelola stres masih terbatas. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan masalah psikologis tidak terdeteksi sejak dini dan berdampak pada proses belajar maupun perkembangan sosial siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan mental siswa SMPN 2 Poncol melalui skrining awal menggunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ) serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis melalui empat tahap, yaitu persiapan dan koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan skrining menggunakan instrumen SRQ, wawancara lanjutan pada siswa yang menunjukkan indikasi gangguan psikologis, serta edukasi kesehatan mental mengenai pengelolaan stres, kecemasan, dan pentingnya dukungan sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 34 siswa SMPN 2 Poncol dari total 37 siswa yang terdaftar. Hasil skrining menunjukkan bahwa 17 siswa (50%) terindikasi mengalami gejala psikologis, sedangkan 17 siswa lainnya (50%) tidak menunjukkan gejala psikologis. Berdasarkan jenis kelamin, gejala psikologis ditemukan pada 6 siswa laki-laki (30%) dan 11 siswa perempuan (78,6%). Hasil wawancara menunjukkan bahwa tekanan akademik, hubungan dengan teman sebaya, dan kondisi keluarga menjadi beberapa faktor yang memengaruhi kondisi psikologis siswa. Kegiatan ini berhasil memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan mental siswa sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga kesehatan jiwa. Temuan ini menunjukkan perlunya skrining kesehatan mental secara berkala serta kolaborasi antara sekolah dan tenaga kesehatan dalam upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan mental siswa. Kata kunci: skrining; kesehatan_mental; self_reporting_questionnaire. Abstract Mental health issues among adolescents are a pressing issue, particularly within the school environment. Based on observations and coordination with SMPN 2 Poncol, routine mental health screenings have not been conducted, resulting in inadequate identification of students' psychological well-being. Furthermore, students' knowledge of mental health and stress management remains limited. This situation can potentially lead to early undetected psychological problems, impacting their learning and social development.This activity aims to conduct initial mental health screenings for students at SMPN 2 Poncol. This community service activity aims to identify students' mental health conditions through initial screening using the Self-Reporting Questionnaire (SRQ) and increase students' knowledge about the importance of maintaining mental health. The activity was implemented systematically through four stages: preparation and coordination with the school, screening using the SRQ instrument, follow-up interviews with students who exhibited psychological disorders, and mental health education on stress management and anxiety management, as well as the importance of social support. The activity was conducted with 34 of the 37 registered students at SMPN 2 Poncol. The screening results showed that 17 students (50%) were indicated to be experiencing psychological symptoms, while the other 17 students (50%) did not show any psychological symptoms. Based on gender, psychological symptoms were found in 6 male students (30%) and 11 female students (78.6%). Interview results indicated that academic pressure, peer relationships, and family conditions were some of the factors that influenced students' psychological conditions. This activity succeeded in providing an initial overview of students' mental health conditions while raising their awareness of the importance of maintaining mental health. These findings demonstrate the need for regular mental health screenings and collaboration between schools and health professionals in promotive and preventive efforts to support students' mental health. Keywords: screening; mental health; SRQ.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpmb

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Control & Systems Engineering Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Environmental Science Health Professions Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Social Sciences Other

Description

SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), ...