Penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024 dengan target penurunan angka stunting sebesar 11,8% pada tahun 2024 (1)Fokus utama dalam penanganan stunting oleh Kementerian Kesehatan RI adalah memberikan intervensi gizi spesifik yang diberikan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gerakan 1000 HPK ini merupakan waktu yang tepat untuk pengendalian/penanganan stunting, karena pada waktu ini merupakan periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan otak (2). Urgensi pelaksanaan pengabdian ini dikarenakan Desa Bulo merupakan salah satu desa prioritas dalam penanggulangan desa stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang. Prevalensi stunting Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2021 25,4% naik menjadi 27,3% pada Tahun 2022 atau dengan kata lain naik menjadi 1,9% dari Tahun 2021 ke Tahun 2022(13), situasi yang cukup disesalkan disaat seharusnya prevalensi stunting turun, akan tetapi di Kabupaten Sidenreng Rappang prevalensinya malah naik. Dibutuhkan perencanaan penanggulangan stunting yang lebih matang dan tepat sasaran berawal dari lokasi terkecil yaitu desa. Setelah melihat analisis situasi dan permasalahan prioritas masalah yang ada pada mitra, maka tim merumuskan tujuan pengabdian yang akan dilaksanakan adalah meningkatkan pengetahuan, partisipasi dan kinerja kader melalui pemberdayaan kader; meningkatkan status gizi balita dengan intervensi gizi melalui konsumsi 1 hari 1 telur; meningkatkan deteksi dini kasus stunting dengan pemanfaatan teknologi digital. Luaran yang ditargetkan pada pengabdian ini adalah peningkatan pemberdayaan mitra dengan target luaran tercapai; publikasi di jurnal nasional ber ISSN dengan target luaran published; publikasi di media massa elektronik dengan target luaran bisa diakses; video pelaksanaan kegiatan dengan target luaran published.
Copyrights © 2026