Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Fungsi dan Digitalisasi Posyandu Melalui Literasi Gizi dan Edukasi PMT 1 Hari 1 Telur Khaeriyah Adri; Erfina Erfina; Angga Nugraha; Asmila Asmila; Putri Astika; Herick Herick
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.161

Abstract

Penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024 dengan target penurunan angka stunting sebesar 11,8% pada tahun 2024 (1)Fokus utama dalam penanganan stunting oleh Kementerian Kesehatan RI adalah memberikan intervensi gizi spesifik yang diberikan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gerakan 1000 HPK ini merupakan waktu yang tepat untuk pengendalian/penanganan stunting, karena pada waktu ini merupakan periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan otak (2). Urgensi pelaksanaan pengabdian ini dikarenakan Desa Bulo merupakan salah satu desa prioritas dalam penanggulangan desa stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang. Prevalensi stunting Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2021 25,4% naik menjadi 27,3% pada Tahun 2022 atau dengan kata lain naik menjadi 1,9% dari Tahun 2021 ke Tahun 2022(13), situasi yang cukup disesalkan disaat seharusnya prevalensi stunting turun, akan tetapi di Kabupaten Sidenreng Rappang prevalensinya malah naik. Dibutuhkan perencanaan penanggulangan stunting yang lebih matang dan tepat sasaran berawal dari lokasi terkecil yaitu desa. Setelah melihat analisis situasi dan permasalahan prioritas masalah yang ada pada mitra, maka tim merumuskan tujuan pengabdian yang akan dilaksanakan adalah meningkatkan pengetahuan, partisipasi dan kinerja kader melalui pemberdayaan kader; meningkatkan status gizi balita dengan intervensi gizi melalui konsumsi 1 hari 1 telur; meningkatkan deteksi dini kasus stunting dengan pemanfaatan teknologi digital. Luaran yang ditargetkan pada pengabdian ini adalah peningkatan pemberdayaan mitra dengan target luaran tercapai; publikasi di jurnal nasional ber ISSN dengan target luaran published; publikasi di media massa elektronik dengan target luaran bisa diakses; video pelaksanaan kegiatan dengan target luaran published.
Penguatan Fungsi dan Digitalisasi Posyandu Melalui Literasi Gizi dan Edukasi PMT 1 Hari 1 Telur Khaeriyah Adri; Erfina Erfina; Angga Nugraha; Asmila Asmila; Putri Astika; Herick Herick
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.161

Abstract

Penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024 dengan target penurunan angka stunting sebesar 11,8% pada tahun 2024 (1)Fokus utama dalam penanganan stunting oleh Kementerian Kesehatan RI adalah memberikan intervensi gizi spesifik yang diberikan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gerakan 1000 HPK ini merupakan waktu yang tepat untuk pengendalian/penanganan stunting, karena pada waktu ini merupakan periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan otak (2). Urgensi pelaksanaan pengabdian ini dikarenakan Desa Bulo merupakan salah satu desa prioritas dalam penanggulangan desa stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang. Prevalensi stunting Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2021 25,4% naik menjadi 27,3% pada Tahun 2022 atau dengan kata lain naik menjadi 1,9% dari Tahun 2021 ke Tahun 2022(13), situasi yang cukup disesalkan disaat seharusnya prevalensi stunting turun, akan tetapi di Kabupaten Sidenreng Rappang prevalensinya malah naik. Dibutuhkan perencanaan penanggulangan stunting yang lebih matang dan tepat sasaran berawal dari lokasi terkecil yaitu desa. Setelah melihat analisis situasi dan permasalahan prioritas masalah yang ada pada mitra, maka tim merumuskan tujuan pengabdian yang akan dilaksanakan adalah meningkatkan pengetahuan, partisipasi dan kinerja kader melalui pemberdayaan kader; meningkatkan status gizi balita dengan intervensi gizi melalui konsumsi 1 hari 1 telur; meningkatkan deteksi dini kasus stunting dengan pemanfaatan teknologi digital. Luaran yang ditargetkan pada pengabdian ini adalah peningkatan pemberdayaan mitra dengan target luaran tercapai; publikasi di jurnal nasional ber ISSN dengan target luaran published; publikasi di media massa elektronik dengan target luaran bisa diakses; video pelaksanaan kegiatan dengan target luaran published.
Public Perception of Laying Hen Fecal Waste in Tanete Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency Agustan Saini; Angga Nugraha; Nurul Purnomo; Muh. Irwan; Musdalifa Mansur; Armayani M.
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 8 No. 2 (2026): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/influencejournal.v8i2.361

Abstract

This study aims to determine public perceptions of laying hen feces and the impacts felt by the community in Tanete Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. The study involved 36 respondents selected by purposive sampling from 203 residents living within a 500-meter radius of the farm. Data were collected through observation, interviews, and Likert-scale questionnaires, then analyzed using descriptive statistics. The results showed that public perception of laying hen feces was in the sufficient category (42%). The community is aware of the environmental impacts caused, but still accepts the existence of the farm because it provides economic benefits. The most perceived impacts include unpleasant odors (42%), disturbances in environmental cleanliness (47%), and an increase in the presence of flies (38%). In addition, waste also affects the comfort and daily activities of the community. In general, laying hen feces still cause environmental and social disturbances, so better waste management is needed to reduce the negative impacts felt by the community.