Bertambahnya penggunaan internet di kalangan remaja memperluas kesempatan belajar, tetapi juga menghadirkan risiko berupa perundungan siber, penyalahgunaan data pribadi, penyebaran konten bermuatan seksual, serta kekerasan berbasis teknologi. Pada saat yang sama, keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang benar dapat mendorong miskonsepsi dan keputusan berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai tanggung jawab hukum dalam ruang digital, pelindungan data pribadi, kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan seksual, dan cara pelaporan yang aman. Kegiatan dilaksanakan di SMK Kanaan Ungaran, SMK Kanisius Ungaran Kab. Semarang dengan melibatkan siswa di SMK Kanaan Ungaran sejumlah 36 siswa dan di SMK Kanisius Ungaran sejumlah 58 siswa meliputi siswa Kelas X, XI dan XII. Metode kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, pre-test, sosialisasi, diskusi interaktif, post-test, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan sangat baik dalam pemahaman peserta peningkatan pengetahuan sebesar 39%. Hasil kegiatan Tim Pengabdi menunjukkan bahwa pendekatan edukasi integratif yang memadukan aspek hukum digital dan kesehatan reproduksi berpotensi memperkuat kemampuan siswa mengenali risiko, melindungi diri, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Copyrights © 2026