Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Literasi Hukum Digital dan Perlindungan Kesehatan Reproduksi Bagi Siswa SMK Kanaan Ungaran dan SMK Kanisius Ungaran, Kabupaten Semarang Arista Candra Irawati; Wahyu Kristiningrum; Vincentius Simon Suyanto; Hargianti Dini Iswandari; Fredy Eko Setiawan; Tri Widati; Abdul Rozak; Hodmansyah Siregar
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.177

Abstract

Bertambahnya penggunaan internet di kalangan remaja memperluas kesempatan belajar, tetapi juga menghadirkan risiko berupa perundungan siber, penyalahgunaan data pribadi, penyebaran konten bermuatan seksual, serta kekerasan berbasis teknologi. Pada saat yang sama, keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang benar dapat mendorong miskonsepsi dan keputusan berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai tanggung jawab hukum dalam ruang digital, pelindungan data pribadi, kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan seksual, dan cara pelaporan yang aman. Kegiatan dilaksanakan di SMK Kanaan Ungaran, SMK Kanisius Ungaran Kab. Semarang dengan melibatkan siswa di SMK Kanaan Ungaran sejumlah 36 siswa dan di SMK Kanisius Ungaran sejumlah 58 siswa meliputi siswa Kelas X, XI dan XII. Metode kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, pre-test, sosialisasi, diskusi interaktif, post-test, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan sangat baik dalam pemahaman peserta peningkatan pengetahuan sebesar 39%. Hasil kegiatan Tim Pengabdi menunjukkan bahwa pendekatan edukasi integratif yang memadukan aspek hukum digital dan kesehatan reproduksi berpotensi memperkuat kemampuan siswa mengenali risiko, melindungi diri, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
A Locally Manufactured Laser Gate was Employed to Assess the Agility of College Volleyball Players. Muhammad Syaleh; Agung Nugroho; Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon; Dzihan Khilmi Ayu Firdausi; Fredy Eko Setiawan
Journal Coaching Education Sports Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/g0w1sm54

Abstract

Introduction: Agility is essential in volleyball. Accurate measurement helps identify talent, improve training, and reduce injury risk. However, common methods such as the T-agility test have limits in accuracy and practicality. Therefore, sensor-based technologies are developed to provide more objective and precise results. Objective: This study aims to create a low-cost and practical sensor system to measure volleyball agility. It focuses on developing a laser-based timing gate and evaluating its validity and reliability within a single session. Methodology: The participants were 25 collegiate volleyball players (age: 19.0 ± 0.88 years; height: 161.9 ± 7.19 cm; weight: 53.6 ± 9.15 kg). Each participant performed the T-test twice, and the average score was used for analysis. Intra-session reliability was assessed using the Intraclass Correlation Coefficient (ICC). Results: The laser timing system showed slightly faster results than the stopwatch in the first trial, slower results in the second, and overall faster average times across trials. Discussion: A low-cost laser-based agility system was successfully developed and tested against a manual stopwatch. The findings indicate acceptable validity and reliability. Faster times from the laser system are likely due to the removal of human reaction delays. This system is affordable, simple to use, and suitable as an alternative to expensive commercial timing devices, allowing wider access to objective performance measurement. Conclusions: The laser timing gate is a reliable and economical tool for assessing agility in volleyball players and is useful for research and training purposes.
Edukasi Literasi Hukum Digital dan Perlindungan Kesehatan Reproduksi Bagi Siswa SMK Kanaan Ungaran dan SMK Kanisius Ungaran, Kabupaten Semarang Arista Candra Irawati; Wahyu Kristiningrum; Vincentius Simon Suyanto; Hargianti Dini Iswandari; Fredy Eko Setiawan; Tri Widati; Abdul Rozak; Hodmansyah Siregar
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.177

Abstract

Bertambahnya penggunaan internet di kalangan remaja memperluas kesempatan belajar, tetapi juga menghadirkan risiko berupa perundungan siber, penyalahgunaan data pribadi, penyebaran konten bermuatan seksual, serta kekerasan berbasis teknologi. Pada saat yang sama, keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang benar dapat mendorong miskonsepsi dan keputusan berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai tanggung jawab hukum dalam ruang digital, pelindungan data pribadi, kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan seksual, dan cara pelaporan yang aman. Kegiatan dilaksanakan di SMK Kanaan Ungaran, SMK Kanisius Ungaran Kab. Semarang dengan melibatkan siswa di SMK Kanaan Ungaran sejumlah 36 siswa dan di SMK Kanisius Ungaran sejumlah 58 siswa meliputi siswa Kelas X, XI dan XII. Metode kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, pre-test, sosialisasi, diskusi interaktif, post-test, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan sangat baik dalam pemahaman peserta peningkatan pengetahuan sebesar 39%. Hasil kegiatan Tim Pengabdi menunjukkan bahwa pendekatan edukasi integratif yang memadukan aspek hukum digital dan kesehatan reproduksi berpotensi memperkuat kemampuan siswa mengenali risiko, melindungi diri, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.