Pemanfaatan obat herbal telah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia dan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahan alam untuk menjaga kesehatan. Namun, penggunaan obat herbal yang belum disertai dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi menyebabkan masyarakat terpapar berbagai informasi kesehatan yang belum tentu valid dan berbasis ilmiah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi obat herbal dan literasi digital kesehatan masyarakat melalui program Gerakan Herbal Digital di Desa Aunepe, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan kesehatan, pemutaran video edukasi, diskusi interaktif, serta distribusi media digital berupa infografis dan e-booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan keamanan obat herbal, pemilihan produk herbal yang legal, penggunaan obat herbal yang rasional, serta kemampuan mengakses informasi kesehatan dari sumber digital yang terpercaya. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Program Gerakan Herbal Digital terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat herbal dan mendukung kemandirian kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan sumber daya bahan alam secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026