Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran modal sosial dalam meningkatkan kapasitas perempuan pedesaan pembuat emping melinjo di Provinsi Banten. Lokasi penelitian terbagi menjadi tiga zona, yaitu Zona Industri, Zona Pariwisata Pertanian dan Pariwisata, sebanyak 453 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, dan ANOVA satu arah. Hasil diperoleh dengan analisis; sumber daya sosial berupa hubungan keluarga (family kekerabatan), pertemanan (relationship conectivity) memperkuat tingkat kepercayaan (trust), jejaring sosial (social networking) kewajiban (kewajiban) dan proaktif (proaktif) terhadap modal sosial mikro adalah jembatan (ikatan) mampu menggerakkan kreativitas dan kemampuan perempuan pedesaan. Kerja sama yang dibangun di industri rumahan merupakan proses perubahan sosial, seperti perubahan pola kerja dan pola hidup, tujuannya adalah kenaikan pendapatan dan kesejahteraan keluarga (peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga). Modal sosial mikro yang masih didominasi oleh perilaku perempuan perdesaan cenderung ikut ambil bagian akibatnya ditutup, dan berakibat pada lemahnya tingkat kepercayaan (distrust), hal ini dapat dilihat dari sikap individualitas yang masih tinggi. Pada tingkat meso modal sosial berupa jaringan sosial dan hubungan.
Copyrights © 2017