Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika lembaga dakwah sebagai fenomena sosial keagamaan dalam masyarakat modern, yang mencakup krisis identitas organisasi, konflik internal, serta transformasi kepemimpinan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) melalui pengumpulan dan analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga dakwah menghadapi krisis identitas akibat ketegangan antara idealisme nilai-nilai spiritual dengan tuntutan pragmatis organisasi. Selain itu, konflik internal yang muncul akibat perbedaan ideologi, strategi dakwah, serta dualisme kepemimpinan berpotensi menimbulkan fragmentasi organisasi apabila tidak dikelola secara konstruktif. Di sisi lain, terjadi transformasi kepemimpinan dari model karismatik menuju kepemimpinan kolektif dan profesional sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Transformasi ini menegaskan bahwa keberlanjutan lembaga dakwah tidak hanya bergantung pada figur pemimpin, tetapi juga pada sistem kelembagaan yang terstruktur, profesional, dan adaptif. Dengan demikian, lembaga dakwah perlu mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan prinsip manajemen modern agar tetap relevan dan berdaya saing di era globalisasi.
Copyrights © 2026