Kecemasan matematika di lingkungan belajar non-formal kerap luput dari perhatian. Anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Masjid Miftahul Jannah Padang Jati dan Masjid Hassan Din menunjukkan kecenderungan menghindar terhadap soal matematika, khususnya operasi pembagian. Kegiatan ini bertujuan menerapkan Game Based Learning sebagai alternatif evaluasi matematika sekaligus mengidentifikasi pola kecemasan matematika pada 24 peserta TPQ dari dua lokasi selama bulan Ramadan. Instrumen yang digunakan adalah Nine-Box Math Game. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif kulitatif berdasarkan hasil pengerjaan peserta, observasi perilaku selama permainan, dan refleksi pasca kagiatan, berupa sembilan kotak soal operasi hitung yang diselesaikan dalam lima menit. Hasil menunjukkan seluruh peserta di Masjid Miftahul Jannah tidak menjawab soal pembagian sama sekali, sementara hanya tiga dari empat belas peserta di Masjid Hassan Din yang menjawab seluruh soal pembagian dengan benar. Soal penjumlahan, pengurangan, dan perkalian dikerjakan dengan baik oleh hampir seluruh peserta. Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan matematika bersifat spesifik pada operasi tertentu dan Game Based Learning membantu menciptakan suasana evaluasi yang lebih aman secara psikologis
Copyrights © 2026