Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Penguatan Kapasitas Kelembagaan RKDD Desa Wisata Rindu Hati Sri Indarti; Meilaty Finthariasari; Yuza Reswan; Titi Darmi; Novliza Eka Patrisia; Aditia Arjuansya; Okta Nadia; Linia Putri
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v6i1.6000

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rindu Hati dengan tujuan memperkuat kapasitas kelembagaan Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) sebagai upaya mendukung pengembangan desa wisata tangguh bencana. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kelembagaan yang hanya berdiri secara administratif tanpa dokumen operasional, serta rendahnya literasi digital masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk promosi wisata dan penyebaran informasi kebencanaan. Metode kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan manajemen kelembagaan, pelatihan literasi digital, penerapan teknologi digital, serta pendampingan dan evaluasi. Sebanyak 17 peserta mengikuti kegiatan ini dengan hasil pre-test menunjukkan mayoritas peserta berada pada kategori rendah (58,8%) dan tidak ada yang mencapai kategori tinggi. Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan dengan menurunnya jumlah peserta kategori rendah menjadi 29,4% serta munculnya peserta kategori tinggi (23,5%). Produk kegiatan yang dihasilkan meliputi dokumen kelembagaan (struktur organisasi, tupoksi, SOP, rencana kerja), website RKDD sebagai pusat informasi digital desa, serta konten video promosi wisata. Hasil ini menunjukkan bahwa program pengabdian efektif dalam menjembatani kesenjangan kapasitas mitra dan memperkuat RKDD sebagai pusat informasi digital, promosi wisata, dan edukasi kebencanaan berbasis komunitas
Inovasi Mitigasi Kebencanaan pada Desa Wisata Rindu Hati dalam Pembangunan Berkelanjutan Novliza Eka Patrisia; Sri Indarti; Titi Darmi; Rifa i
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v6i1.9070

Abstract

Rindu Hati Village as a leading tourist village in Central Bengkulu faces a paradox between tourism potential and vulnerability to annual flood disasters that threaten the sustainability of its development. This community service developed an integrated disaster mitigation innovation model that combines digital technology approaches, local wisdom, and sustainable development principles. Through a 6-month participatory action research (PAR) method, involving 40 participants (village officials, community leaders, MSMEs, and academics), the following were carried out: (1) Community-based risk mapping involving 30 MSMEs and tourism awareness groups; (2) Trial of a simple IoT-based early warning system; (3) Development of a "Resilient Tourism" module that integrates disaster education in tourism packages. The main findings show that the tripartite collaboration model (village government, academics, and tourism communities) is able to increase adaptive capacity by 40% based on the village resilience index (average pretest score of 52.3 increased to 73.2 in the posttest). The integration of the RKDD as a disaster command center and tourism promotion center has successfully reduced disaster response time from 3 hours to 45 minutes (a 75% savings). Policy recommendations include: Formulation of a Village Regulation on Disaster-Safe Tourism Operational Standards; Allocation of 20% of village funds for the development of independent mitigation technology; Incentive schemes for tourism businesses that apply resilience principles. This service demonstrates that a tourism ecosystem-based mitigation approach not only reduces risk but also creates added economic value, while supporting the achievement of village SDGs 11 and 13.
PENGUATAN KEMAMPUAN BERHITUNG SANTRI MASJID AL-MUSLIMUN KEBUN KENANGA DEMI MENGATASI MATH ANXIETY Junita Pebriani; Titi Darmi; Rahmat Jumri
Setawar Abdimas Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v5i2.10376

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 10 santri di Masjid Al-Muslimun Kebun Kenanga yang memiliki kemampuan berhitung relatif rendah dan tingkat math anxiety yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan berhitung sekaligus mengurangi kecemasan matematika melalui pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, wawancara, pre-test, angket awal, sosialisasi, pelatihan, pendampingan belajar, post-test, dan angket akhir. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata kemampuan berhitung meningkat dari 40 menjadi 67, sedangkan rata-rata math anxiety menurun dari 71 menjadi 58. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada kemampuan berhitung (T=0, p=0,00195) dan math anxiety (T=0, p=0,00391). Santri juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, keaktifan, dan antusiasme belajar. Instrumen yang digunakan divalidasi ahli dengan persentase validitas sebesar 86–87% (kategori sangat valid). Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masjid efektif meningkatkan kemampuan berhitung dan mengurangi math anxiety pada peserta.
GAME BASED LEARNING SEBAGAI EVALUASI MATEMATIKA UNTUK MENGIDENTIFIKASI INDIKASI MATH ANXIETY ANAK TPQ Laura Putri Lestari; Shinta Febrianti; Muhammad Zaki; Titi Darmi
Setawar Abdimas Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v5i2.10634

Abstract

Kecemasan matematika di lingkungan belajar non-formal kerap luput dari perhatian. Anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Masjid Miftahul Jannah Padang Jati dan Masjid Hassan Din menunjukkan kecenderungan menghindar terhadap soal matematika, khususnya operasi pembagian. Kegiatan ini bertujuan menerapkan Game Based Learning sebagai alternatif evaluasi matematika sekaligus mengidentifikasi pola kecemasan matematika pada 24 peserta TPQ dari dua lokasi selama bulan Ramadan. Instrumen yang digunakan adalah Nine-Box Math Game. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif kulitatif berdasarkan hasil pengerjaan peserta, observasi perilaku selama permainan, dan refleksi pasca kagiatan, berupa sembilan kotak soal operasi hitung yang diselesaikan dalam lima menit. Hasil menunjukkan seluruh peserta di Masjid Miftahul Jannah tidak menjawab soal pembagian sama sekali, sementara hanya tiga dari empat belas peserta di Masjid Hassan Din yang menjawab seluruh soal pembagian dengan benar. Soal penjumlahan, pengurangan, dan perkalian dikerjakan dengan baik oleh hampir seluruh peserta. Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan matematika bersifat spesifik pada operasi tertentu dan Game Based Learning membantu menciptakan suasana evaluasi yang lebih aman secara psikologis
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA MELALUI BIMBINGAN TEKNIS TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA PADANG PELASAN KABUPATEN SELUMA Joni Hendra Gunawan; Inezty Clara Santy; Sindi Laras Sitorus; Novliza Eka Patrisia; Titi Darmi; Rekho Adriadi; Rosidin
Setawar Abdimas Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v5i2.11282

Abstract

Kapasitas aparatur merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan aparatur Desa Padang Pelasan, Kabupaten Seluma, dalam aspek regulasi pemerintahan desa, perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan, administrasi pemerintahan, pelayanan publik, dan partisipasi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui bimbingan teknis selama tiga hari dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa, ketua RT/RW, dan perwakilan lembaga kemasyarakatan. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi penyusunan dokumen, praktik penggunaan Sistem Keuangan Desa, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 58,7 menjadi 82,4 atau naik 23,7 poin. Sebanyak 91% peserta mencapai nilai post-test minimal 70. Peningkatan tertinggi terdapat pada aspek pengelolaan keuangan desa, yaitu 29,5 poin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bimbingan teknis berbasis praktik dan kebutuhan mitra efektif meningkatkan pemahaman peserta serta mendorong komitmen perbaikan administrasi, pelayanan publik, transparansi, dan koordinasi kelembagaan desa. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan, evaluasi rutin, penerapan sistem informasi desa, dan penguatan peran BPD serta lembaga kemasyarakatan.