Jian nin zheng atau frozen shoulder merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal ketiga di Dunia dengan prevalensi 2-5% dari seluruh populasi, sering terjadi pada usia >50 tahun, 10% wanita, 8% laki-laki. Data di Indonesia menunjukkan angka prevalensi sama yaitu 2-5% dan sekitar 60% jumlah penduduk dengan rentang usia 40-60 tahun, pada wanita 8,5% dan 6,1% laki-laki. Hasil studi pendahuluan pada 2 orang wanita di Klinik Mandiri CR Jakarta Utara yaitu keduanya mengalami frozen shoulder. Tujuan penelitian yaitu memberikan asuhan akupunktur pada penderita jian nin zheng di Klinik Mandiri CR Jakarta Utara. Desain studi kasus, sampel 1 partisipan, kriteria inklusi yaitu sesuai diagnostik klinik, menggunakan terapi akupunktur saja, teknik purposive sampling, Informed consent dilakukan sebelum pemberian terapi, pengumpulan data menggunakan lembar data klien dan skala nyeri NRS (Numerik Rating Scale), intervensi terapi akupunktur pada titik LI 15 (Jianyu), TE 14 (Jianliao), SI 9 (Jianzhen), SI 11 (Tianzong), EX-UE (Jianqian), LI 4 (Hegu), LR3 (Taichong), SP 10 (Xuehai), BL 17 (Geshu), HT7 (Shenmen), EX-HN22 (Anmian), Titik Ashi. Analisis content analysis. Terapi akupunktur diberikan 1 minggu 2 kali selama 12 kali sesi terapi pada titik meridian terpilih menunjukkan perbaikan status kesehatan klien setelah dibandingkan antara terapi sesi ke-1 dengan terapi ke- 6 sampai ke-12. Terdapat perbedaan signifikan sesi terapi ke-1 dengan skala NRS 7 dengan sesi terapi ke-6 dan 12 dengan skala NRS yaitu 2 dan 0. Terapi akupunktur titik ini dapat dianjurkan diberikan pada klien dengan sindrom lembab panas dan angin dingin serta adanya stagnasi Qi dan darah.
Copyrights © 2026