Mayang Wulandari
DIII Akupunktur, Fakultas Sains, dan Teknologi, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V/ Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASUHAN AKUPUNKTUR PENDERITA JIAN NIN ZHENG DI KLINIK MANDIRI CR JAKARTA UTARA Coroline Coroline; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59384

Abstract

Jian nin zheng atau frozen shoulder merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal ketiga di Dunia dengan prevalensi 2-5% dari seluruh populasi, sering terjadi pada usia >50 tahun, 10% wanita, 8% laki-laki. Data di Indonesia menunjukkan angka prevalensi sama yaitu 2-5% dan sekitar 60% jumlah penduduk dengan rentang usia 40-60 tahun, pada wanita 8,5% dan 6,1% laki-laki. Hasil studi pendahuluan pada 2 orang wanita di Klinik Mandiri CR Jakarta Utara yaitu keduanya mengalami frozen shoulder. Tujuan penelitian yaitu memberikan asuhan akupunktur pada penderita jian nin zheng di Klinik Mandiri CR Jakarta Utara. Desain studi kasus, sampel 1 partisipan, kriteria inklusi yaitu sesuai diagnostik klinik, menggunakan terapi akupunktur saja, teknik purposive sampling, Informed consent dilakukan sebelum pemberian terapi, pengumpulan data menggunakan lembar data klien dan skala nyeri NRS (Numerik Rating Scale), intervensi terapi akupunktur pada titik LI 15 (Jianyu), TE 14 (Jianliao), SI 9 (Jianzhen), SI 11 (Tianzong), EX-UE (Jianqian), LI 4 (Hegu), LR3 (Taichong), SP 10 (Xuehai), BL 17 (Geshu), HT7 (Shenmen), EX-HN22 (Anmian), Titik Ashi. Analisis content analysis. Terapi akupunktur diberikan 1 minggu 2 kali selama 12 kali sesi terapi pada titik meridian terpilih menunjukkan perbaikan status kesehatan klien setelah dibandingkan antara terapi sesi ke-1 dengan terapi ke- 6 sampai ke-12. Terdapat perbedaan signifikan sesi terapi ke-1 dengan skala NRS 7 dengan sesi terapi ke-6 dan 12 dengan skala NRS yaitu 2 dan 0. Terapi akupunktur titik ini dapat dianjurkan diberikan pada klien dengan sindrom lembab panas dan angin dingin serta adanya stagnasi Qi dan darah.
ACUPUNCTURE ELECTRO POINT STIMULATION PENDERITA YAO TONG KLINIK MANDIRI RA JAKARTA UTARA Rudy Gunawan; Mayang Wulandari; Chantika Mahadini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59392

Abstract

Yao tong menjadi salah satu permasalahan kesehatan global >17 miliar orang di Dunia. Insiden Rate 70-80% penduduk di negara maju dan 60% orang dewasa di Indonesia. Hasil studi pendahuluan pada 2 Januari 2026 di Klinik Mandiri RA Jakarta Utara pada 2 orang klien berusia >40 tahun bahwa keduanya menderita yao tong, 1 orang bekerja sebagai sopir truk, 1 orang lagi bekerja di kantor swasta. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi penderita yao tong dengan acupuncture electro point stimulation (AEP) di Klinik Mandiri RA Jakarta Utara. Desain studi kasus, sampel 1 orang partisipan, kriteria inklusi yao tong > 1 bulan, menggunakan terapi akupunktur saja, purposive sampling, informed consent dilakukan sebelum penelitian. Pengumpulan data menggunakan lembar data klien dan skala nyeri NRS (Numerik Rating Scale), intervensi terapi akupunktur pada titik BL 23; BL 52; DU 3; BL 25; BL 40; BL 57; BL 17; SP 10 dengan acupuncture electro point stimulation (AEP), analisis data menggunakan content analysis. Terapi akupunktur diberikan 1 minggu 2 kali selama 12 kali sesi terapi pada titik meridian terpilih dengan AEP menunjukkan perbaikan status kesehatan klien antara terapi sesi ke-1 dengan terapi ke- 4. Ke-8 sampai ke-12. Terdapat perbedaan signifikan sesi terapi ke-1 dengan skala NRS 7 dengan sesi terapi ke-4 skala NRS 4 dan terapi ke-8 dan ke-12 dengan skala NRS masing-masing 0. Asuhan akupunktur pada titik meridian ini direkomendasikan untuk partisipan dengan sindrom Stagnasi Qi dan Stasis Darah (Qi Zhi Xue Yu).