Limbah industri tahu yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta mengganggu aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Di Desa Bicorong, Kabupaten Pamekasan, limbah tersebut diolah menjadi biogas sebagai solusi lingkungan sekaligus sumber nilai ekonomi baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) bentuk penciptaan nilai ekonomi dari pengelolaan limbah tahu menjadi biogas; (2) dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pemanfaatan biogas; serta (3) optimalisasi nilai ekonomi limbah tahu dalam perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Desa Bicorong. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, pengelolaan limbah tahu menjadi biogas mampu menciptakan nilai ekonomi melalui transformasi limbah menjadi energi alternatif (Waste to Value), menghasilkan nilai tambah, meningkatkan efisiensi biaya energi (Cost Saving), serta mendorong produktivitas pertanian dan kontribusi terhadap pendapatan desa (Multiplier Effect). Kedua, pemanfaatan biogas memberikan dampak multidimensional, yaitu secara ekonomi mengurangi pengeluaran dan meningkatkan hasil, secara sosial memperkuat kerja sama serta mengurangi konflik, dan secara lingkungan menurunkan pencemaran. Ketiga, optimalisasi ini dalam perspektif maqashid syariah tercermin pada Hifz al-Nafs melalui lingkungan yang lebih sehat, Hifz al-Mal melalui efisiensi dan peningkatan produktivitas, serta Hifz al-Bi’ah sebagai tanggung jawab ekologis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan pemerintah desa, peningkatan teknologi, dan pengembangan kapasitas masyarakat untuk keberlanjutan program biogas.
Copyrights © 2026