Ibu muda sering menghadapi berbagai tantangan psikologis, sosial, dan emosional dalam menjalani transisi menuju peran keibuan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi psychological well-being serta proses pencarian makna diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep makna diri dan psychological well-being ibu muda dalam perspektif humanistik melalui metode studi literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik literature review terhadap berbagai artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian yang relevan mengenai psikologi humanistik, psychological well-being, dan dinamika psikologis ibu muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa perspektif humanistik memandang ibu muda sebagai individu yang memiliki potensi berkembang, kebutuhan akan penerimaan diri, aktualisasi diri, serta pencarian makna hidup. Psychological well-being ibu muda dipengaruhi oleh kemampuan menerima diri, dukungan sosial, relasi interpersonal, dan keberhasilan dalam menemukan makna terhadap pengalaman hidupnya. Pendekatan humanistik dapat menjadi landasan dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu ibu muda mengembangkan self-acceptance, resiliensi, dan kualitas hidup psikologis yang lebih sehat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa konselor perlu mengembangkan layanan konseling humanistik yang berorientasi pada penguatan makna diri dan kesejahteraan psikologis ibu muda.
Copyrights © 2026