Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah berdirinya Bagas Godang H. Raja Tagor di Desa Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, serta menganalisis fungsi dan nilai budaya yang dimilikinya dalam kehidupan masyarakat Angkola. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, serta sumber-sumber lain yang berkaitan dengan sejarah, budaya, dan arsitektur tradisional masyarakat Angkola-Mandailing. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui proses pengelompokan, interpretasi, dan penyusunan informasi berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bagas Godang H. Raja Tagor merupakan salah satu peninggalan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang penting bagi masyarakat Desa Hutaimbaru. Selain berfungsi sebagai kediaman pemimpin adat, Bagas Godang juga menjadi pusat pemerintahan adat, tempat musyawarah, penyelesaian sengketa, serta pelaksanaan berbagai upacara adat. Keberadaannya hingga saat ini mencerminkan upaya masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya Angkola melalui pelestarian bangunan tradisional sebagai warisan budaya yang memiliki makna penting bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Copyrights © 2026