Tingginya penetrasi internet di Indonesia turut meningkatkan risiko kejahatan digital, khususnya scam dan spam, yang berdampak secara materiil maupun psikologis bagi masyarakat. Merespons hal ini, IM3 meluncurkan fitur keamanan berbasis AI bernama SATSPAM melalui kampanye iklan #NomorModusNoMore dalam dua versi, reguler dan Ramadhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur naratif kedua iklan tersebut menggunakan teori naratologi Tzvetan Todorov (equilibrium, disruption, recognition, attempt to repair, dan new equilibrium). Metode yang digunakan adalah analisis naratif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan kedua iklan menerapkan kelima tahapan naratif Todorov dengan strategi berbeda. Iklan versi reguler menonjolkan dramatisasi emosional korban melalui narator tunggal Najwa Shihab, sementara versi Ramadhan berfokus pada sisi korban yang rawan dan konteks budaya Ramadhan dengan narator yang lebih beragam. Kedua iklan memposisikan penonton sebagai bagian dari gerakan kolektif melawan scam dan spam, mencerminkan pendekatan societal marketing.
Copyrights © 2026