Tingginya volume limbah yang dihasilkan dalam penyelenggaraan konser musik massal mendorong aktor-aktor industri hiburan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye keberlanjutan dan edukasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana keberlanjutan yang dibangun melalui kampanye upcycling pada akun Instagram @matters.project selama rangkaian konser tur Feast "Membangun & Menghancurkan". Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, serta metode analisis wacana Teun A. van Dijk yang berfokus pada dimensi teks mencakup struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro pada teks kampanye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @matters.project mengonstruksi wacana keberlanjutan melalui penggabungan strategi tekstual dan visual yang mencakup narasi transformasi limbah menjadi produk bernilai, legitimasi melalui data dan kolaborasi, framing industri musik sebagai agen solusi, serta pelibatan audiens sebagai partisipan dalam praktik keberlanjutan. Konstruksi tersebut membentuk realitas sosial yang memaknai keberlanjutan sebagai praktik pengolahan kreatif limbah pascakonser. Pada akhirnya, kampanye ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan keberlanjutan, tetapi juga berperan dalam membentuk representasi realitas yang lebih ditonjolkan serta memengaruhi cara audiens memahami isu tersebut. Kata Kunci: Konstruksi Wacana, Kampanye Keberlanjutan, Upcycling, Industri Musik, Teun A. van Dijk.
Copyrights © 2026