Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi Generasi Z terhadap pesan Never Just One Thing dalam kampanye Colorbox di Instagram menggunakan teori encoding-decoding Stuart Hall. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi dalam paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan Generasi Z perempuan berusia 19–27 tahun yang aktif menggunakan Instagram dan mengetahui kampanye Never Just One Thing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan memaknai pesan Never Just One Thing sebagai representasi keberagaman identitas, yaitu bahwa seseorang tidak dapat dibatasi hanya oleh satu peran, karakter, maupun gaya. Pesan tersebut dinilai relevan dengan karakter Generasi Z yang cenderung mengeksplorasi berbagai identitas dan mengekspresikan diri melalui media sosial. Analisis resepsi menunjukkan bahwa informan menempati posisi resepsi yang beragam, dengan mayoritas berada pada posisi negosiasi, sementara sebagian lainnya berada pada posisi dominan dan oposisi. Perbedaan pemaknaan dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, realitas sosial, persepsi terhadap autentisitas dan inklusivitas brand, serta kesadaran terhadap dimensi komersial kampanye. Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z merupakan audiens aktif yang secara kritis mengonstruksi makna pesan sesuai dengan pengalaman dan konteks sosial yang dimilikinya.
Copyrights © 2026