Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran Word of Mouth (WOM) yang diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mempertahankan eksistensi bisnis berbasis warisan budaya, dengan studi kasus pada Batik Tulis Lasem Bhinangti Art. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposif, dengan pisau analisis menggunakan teori lima konsep kunci WOM Sernovitz (Talkers, Topics, Tools, Taking Part, dan Tracking). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bhinangti Art sangat bergantung pada strategi WOM konvensional (tatap muka) yang berjalan secara organik dan situasional, dipicu oleh kekuatan nilai sejarah akulturasi budaya Jawa-Tionghoa pada motif batik (Topics) serta kepuasan konsumen (Talkers). Sebaliknya, pemanfaatan electronic Word of Mouth (eWOM) digital dan fungsi pengawasan (Tracking) masih belum optimal karena keterbatasan literasi digital serta ketiadaan sistem pendokumentasian ulasan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun berjalan tanpa perencanaan terstruktur, strategi WOM konvensional yang mengedepankan narasi budaya (storytelling) dan pendekatan personal-kekeluargaan dapat menjadi instrumen promosi utama dalam membangun loyalitas pelanggan dan mempertahankan volume penjualan di tengah persaingan industri batik modern.
Copyrights © 2026