Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KOMUNIKASI PEMBELAJARAN MELALUI VIRTUAL LEARNING: (Studi Pada Matakuliah Public Speaking Univesitas Negeri Surabaya) Vinda Maya Setianingrum
Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Vol 8 No 02 (2019): Semptember 2019
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.005 KB) | DOI: 10.35457/translitera.v8i02.926

Abstract

The development of communication technology has affected in all aspects of life including education. Changes and adaptations should be done because the facilities of technology can make all human activities easier. The efforts have be done include improving the quality of education by implementing V-learning strategies in college. One of them is The Learning Strategy of Public Speaking Courses using classroom action method. The study performs phase 1 cycles and 2 cycles with identification, scaffolding, action, observation, and reflection. The final result of this research is the learning Model of Public Speaking courses with V-learning which can be accessed not only by students of Surabaya State University, but it can be followed by the students across study programs from other campuses. Based on 21 century skills that speaking skills need to be continuously developed to advance quality in all areas of work.
Diskursus Pilkada Jawa Timur 2018 Di Media Televisi Lokal TV9 Vinda Maya Setianingrum; Anam Miftakhul Huda; Galuh Gita Indrajayani
JURNAL SOSIAL Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 21 No. 2 (2020): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v21i2.63

Abstract

Abstract— General election to be one of public concern because in the process leaders will be selected both at the executive and legislative levels. Television media makes the implementation of elections as the content of choice to be broadcast to the public. If the national election is packaged in a broadcast program on national television, then the holding of regional head elections or local elections becomes the material for broadcast programs on local television. East Java is the province that held simultaneous regional elections in 2018, both the election of the Governor and the election of Regents and Mayors. This moment was then managed by TV9, which was one of the local televisions in East Java to present a dialogue program called Ruang Pilkada. From this background, the researcher wanted to find out how the results of the discussion presented in the broadcast program were related to the East Java elections. Talks from the speakers were important to describe as references to the next election. This study uses a case study method and collects data through interviews, observation, and documentation. The result is that the regional election broadcast program can provide an overview of the implementation of the election in accordance with the expected stages and processes of democracy. The discourse in the broadcast program is a reference that the socialization and discussion that educates the public will have an impact on the implementation of a safe and dignified local election. Keywords—: broadcast media; television program; East Java regional election;TV9.
Komunikasi Pembangunan Partisipatif dalam Pengembangan Ekowisata Banyuurip Mangrove Center di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Syahril Syahril Mohammad Ilham; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.79261

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam pembangunan daerah adalah rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga diperlukan pendekatan komunikasi yang mampu membangun partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses komunikasi pembangunan partisipatif Guy Bessette (2004) yang diterapkan oleh pemangku kepentingan Banyuurip Mangrove Center (BMC) dalam mendukung pengembangan ekowisata BMC, serta menganalisis bagaimana bentuk partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat desa Banyuurip pada setiap tahapan program pengembangan di BMC. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di kawasan Ekowisata Banyuurip Mangrove Center (BMC). Subjek penelitian meliputi Pemerintah Desa Banyuurip, Pokdarwis, Pokmaswas, pengelola Ekowisata, kelompok pelestari lingkungan, dan masyarakat lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model penjodohan pola ( pattern matching ) Robert. K. Yin, dengan cara membandingkan data empiris dengan asumsi teori yang kemudian menyimpulkan dan ketidaksesuaian temuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi secara informal dan penyampaian pesan berdasarkan kebutuhan lokal dinilai lebih efektif dalam mendorong keterlibatan pada setiap tahapan program pengembangan BMC. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pembangunan partisipatif berperan penting dalam memperkuat kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekowisata. Saran penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi pembangunan partisipatif perlu diperkuat melalui integrasi media tradisional dan digital, peningkatan literasi masyarakat digital, dan mampu menghasilkan rekomendasi aplikatif bagi pembangunan berbasis berbasis.
PELATIHAN RESILIENSI UNTUK PENGUATAN KESEHATAN MENTAL WANITA PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI SINGAPURA: Resiliensi, Kesehatan Mental, Pekerja Migrant Indonesia Diana Rahmasari; Retno Tri Hariastuti; Wiwin Yulianingsih; Utari Dewi; Nunuk Hariyati; Vinda Maya Setianingrum; Ira Darmawanti
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i1.29416

Abstract

Abstrak Pelatihan resiliensi penting diberikan mengingat sejumlah masalah yang menjadi stressor bagi para wanita PMI diantaranya penyesuaian diri dengan kebiasaan baru, bahasa yang berbeda, cara dan gaya hidup bahkan pada konsumsi kebutuhan sehari-hari. Selain itu jauh dari keluarga yang dapat menimbulkan masalah komunikasi interaksi, sebagai tulang punggung dengan tuntutan ekonomi dari keluarga di Indonesia, beban dan tuntutan kerja. Berbagai hal tersebut dapat menjadi stressor yang dapat menimbulkan gangguan kecemasan, stress bahkan depresi dengan perilaku bunuh diri yang kerap muncul.Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pemberian pelatihan resiliensi untuk pemberdayaan kesehatan mental para wanita Pekerja Migrant Indonesia (PMI) di Singapura dengan memberikan pelatihan resiliensi. Pelatihan dilakukan di Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) untuk Singapura. Kegiatan pelatihan resiliensi diikuti oleh sekitar 20 orang PMI yang hadir secara langsung di KBRI Singapura Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Pelatihan resiliensi untuk  pemberdayaan kesehatan mental para wanita PMI diberikan dengan bentuk psikoedukasi yang terdiri dari ceramah pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali perbedaan kecemasan, stres dan depresi serta pentingnya manajemen stres dilanjutkan dengan praktik latihan resiliensi teknik afirmasi diri, penguatan emosi dengan berpikir positif serta meditasi-self hypnosis-Butterfly Hug. Pasca kegiatan pemberdayaan, diberikan self report untuk mengukur kondisi psikologis yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan resiliensi. Melalui analisis statistic deskriptif sederhana diperoleh data 70% % para PMI merasakan bangga, berharga, dan bahagia serta mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola stres dengan teknik sederhana yang mudah dipahami dan diterapkan. Sisanya merasa biasa karena merasa tidak memiliki permasalahan psikologis yang berarti. PMI yang merasa memiliki masalah berat melakukan konseling secara online dengan Ketua PKM. Kegiatan mendapatkan apresiasi dari pihak kedubes dan disnaker pusat yang menyatakan pelatihan resiliensi penting mengingat kejadian depresi dan bunuh diri masih banyak muncul PMI. Mengacu pada hasil tersebut, kegiatan pemberdayaan dengan pelatihan resiliensi memiliki nilai penting dan kebermanfaatan nyata dalam menjaga kesehatan mental para wanita PMI sebagai pahlawan devisa negara Indonesia.
Analisis Konten TikTok Akun @realityclubofficial sebagai Media Pemasaran Lagu "Am I Bothering You?" Ve Aufara Zuhra Suhadi; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan frekuensi kemunculan elemen bauran pemasaran (Product, Price, Place, dan Promotion) pada konten TikTok akun @realityclubofficial dalam memasarkan lagu “Am I Bothering You?”. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 68 video promosi lagu yang diunggah pada periode 26 Mei 2023 hingga 25 Juli 2024. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria video yang memiliki lebih dari 250.000 penayangan, sehingga diperoleh 21 video sebagai sampel penelitian. Data dianalisis menggunakan coding sheet berdasarkan teori bauran pemasaran yang terdiri atas empat kategori dengan 20 indikator penelitian. Reliabilitas data diuji menggunakan rumus Ole R. Holsti dan memperoleh nilai sebesar 0,904 (90,4%), yang menunjukkan tingkat kesepakatan sangat tinggi antar coder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori Product (51,4%) dan Promotion (28,7%) merupakan kategori paling dominan dibandingkan kategori Place (15,5%) dan Price (4,2%). Dominasi kategori Product terlihat melalui penonjolan audio lagu, lirik, dan identitas visual band, sedangkan dominasi kategori Promotion ditunjukkan melalui penggunaan konten teaser, hashtag, dan challenge. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok dimanfaatkan sebagai media pemasaran digital yang berfokus pada penguatan branding lagu dan band melalui konten kreatif dan interaktif, sementara elemen harga dan distribusi cenderung tidak ditonjolkan secara eksplisit.
ANALISIS RESEPSI AUDIENS YOUNG ADULT TERHADAP KONTEN “SERUNYA GHIBAH” DALAM PROGRAM NYORE GEN 103.1 FM SURABAYA Anna Alfiyatul Malikah; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81335

Abstract

Perkembangan media digital mendorong radio beralih ke konten interaktif demi mempertahankan audiens. Fenomena ini tercermin pada segmen "Serunya Ghibah" dalam Program Nyore Gen 103.1 FM Surabaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resepsi pendengar young adult menggunakan teori encoding-decoding Stuart Hall (1980). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh pendengar aktif berusia 20–30 tahun di Surabaya yang dipilih melalui snowball sampling. Hasil menunjukkan pemaknaan audiens dipengaruhi oleh pengalaman sosial, lingkungan pergaulan, dan kerangka berpikir individu, sehingga menghasilkan tiga posisi resepsi: dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading.
Analisis Implementasi Program CSR "Pegadaian Peduli" dalam Pengembangan Ekonomi Lokal (UMKM) di Kota Surabaya (Studi Kasus di PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya) Lu'lu' Azizah; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81337

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program CSR Pegadaian Peduli melalui Program GadePreneur dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan model implementasi Van Meter dan Van Horn (1975), yang mencakup enam unsur: standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, karakteristik organisasi pelaksana, kondisi eksternal, serta disposisi implementor. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua pelaksana program dan lima pelaku UMKM binaan, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GadePreneur dijalankan melalui sistem pembinaan berjenjang dengan mekanisme seleksi pada setiap tahapan, sehingga distribusi sumber daya dan pendampingan bersifat selektif. Program ini berkontribusi meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM melalui pelatihan, mentoring, dan pendampingan usaha, namun masih terdapat kendala berupa distribusi manfaat yang belum merata dan terbatasnya pendampingan pascaprogram, khususnya pada tingkat kantor wilayah.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN WORD OF MOUTH (WOM) BATIK TULIS LASEM BHINANGTI ART DALAM MENGOPTIMALKAN PENJUALAN Cindy Sekar Ayu Karlina; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran Word of Mouth (WOM) yang diterapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mempertahankan eksistensi bisnis berbasis warisan budaya, dengan studi kasus pada Batik Tulis Lasem Bhinangti Art. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposif, dengan pisau analisis menggunakan teori lima konsep kunci WOM Sernovitz (Talkers, Topics, Tools, Taking Part, dan Tracking). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bhinangti Art sangat bergantung pada strategi WOM konvensional (tatap muka) yang berjalan secara organik dan situasional, dipicu oleh kekuatan nilai sejarah akulturasi budaya Jawa-Tionghoa pada motif batik (Topics) serta kepuasan konsumen (Talkers). Sebaliknya, pemanfaatan electronic Word of Mouth (eWOM) digital dan fungsi pengawasan (Tracking) masih belum optimal karena keterbatasan literasi digital serta ketiadaan sistem pendokumentasian ulasan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun berjalan tanpa perencanaan terstruktur, strategi WOM konvensional yang mengedepankan narasi budaya (storytelling) dan pendekatan personal-kekeluargaan dapat menjadi instrumen promosi utama dalam membangun loyalitas pelanggan dan mempertahankan volume penjualan di tengah persaingan industri batik modern.
Strategi Bauran Pemasaran Jasa (7P) Nusantara Edupark Madiun dalam Meningkatkan Minat Kunjung Dwi Ayunda Suci Rahayu; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi bauran pemasaran jasa (7P) Nusantara Edupark Madiun sebagai strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan minat kunjung wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif dan metode studi kasus tunggal deskriptif merujuk pada Robert K. Yin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Manajer Pemasaran, tim media sosial, staf operasional, serta pengunjung Nusantara Edupark Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran jasa (7P) telah dijalankan secara menyeluruh oleh pihak manajemen dan berhasil mengonfirmasi keempat dimensi minat kunjung menurut Augusty Ferdinand, yaitu minat transaksional, referensial, preferensial, dan eksploratif. Elemen people dan process tampil sebagai komunikator merek yang paling unggul melalui kedekatan interpersonal dan kecepatan pelayanan, sementara elemen promotion, product, dan physical evidence masih memerlukan optimalisasi, khususnya pada perencanaan konten, revitalisasi wahana yang tidak beroperasi, serta kebersihan fasilitas toilet dan kolam renang. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan komunikasi pemasaran terpadu (IMC), perluasan jaringan kemitraan dengan biro perjalanan dan institusi pendidikan di luar Madiun, serta penguatan standar operasional kebersihan agar citra edutainment yang telah terbentuk dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Pengaruh Komunikasi Krisis Agensi Gold Medalis Terhadap Citra Diri Kim Soo Hyun (Studi Kasus Pengikut Instagram @yukaris.id) Angelina Irene Cahya Putri; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81887

Abstract

Krisis yang melibatkan figur publik berpotensi memengaruhi citra dan kepercayaan publik sehingga diperlukan strategi komunikasi krisis yang tepat untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bentuk komunikasi krisis melalui konferensi pers yang dilakukan Gold Medalist terhadap citra diri Kim Soo Hyun di kalangan penggemar Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 388 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert empat poin yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi krisis melalui konferensi pers berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra diri Kim Soo Hyun di kalangan penggemar Indonesia, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,351. Temuan ini menunjukkan bahwa penyampaian komunikasi krisis yang jelas, terbuka, konsisten, tepat waktu, dan terstruktur mampu membentuk persepsi positif serta mempertahankan citra figur publik di tengah situasi krisis. Dengan demikian, konferensi pers menjadi salah satu strategi komunikasi krisis yang efektif dalam menjaga citra figur publik di mata penggemar.