Representasi perempuan dalam iklan kosmetik kerap memunculkan ambiguitas antara kebebasan berekspresi dan komodifikasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar komodifikasi fragmentasi tubuh yang diproduksi di balik layar iklan Azarine Glowkiss Sunscreen Lip Balm melalui sosok Jennifer Coppen sebagai muse. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengaplikasikan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills untuk membedah posisi subjek-objek dan posisi pembaca dalam teks wacana iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi subjek ditempati oleh perusahaan yang menggunakan diksi asertif untuk memproduksi hegemoni kecantikan dalam teks wacana iklan. Pada posisi objek, muse mengalami objektifikasi terselubung melalui praktik fragmentasi tubuh, eksistensi dan personanya direduksi sebatas komoditas. Pada posisi pembaca, temuan menunjukkan teks memosisikan pembaca ke dalam ruang hegemonik yang mendisiplinkan audiens untuk menginternalisasi insekuritas terhadap tubuh mereka sendiri demi menstimulasi konsumsi. Wacana perempuan dalam iklan ini tidak menyuarakan kebebasan, melainkan sebagai taktik hegemonik untuk menormalisasi rasa tidak aman (insecurity) audiens untuk melanggengkan praktik kapitalisme perusahaan.
Copyrights © 2026