Perkembangan kecerdasan buatan generatif membawa dinamika baru dalam praktik kerja kreatif, terutama pada profesi copywriter di agensi digital marketing. ChatGPT hadir sebagai teknologi yang dapat membantu proses pencarian ide, brainstorming, penyusunan draft, revisi, hingga quality control. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana copywriter memaknai, menerima, dan mengadaptasi pemanfaatan ChatGPT dalam praktik kerja kreatif pada agensi digital marketing di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada tujuh informan yang bekerja sebagai copywriter atau content writer pada agensi digital marketing di Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang mencakup perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using, behavioral intention to use, dan actual using. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT dimaknai sebagai alat bantu kerja yang membantu copywriter mempercepat ideasi, mengembangkan alternatif sudut pandang, menyusun draft awal, serta melakukan pengecekan kualitas tulisan. Penerimaan terhadap ChatGPT tidak berlangsung seragam. Sebagian informan menerima secara langsung, sedangkan sebagian lainnya mengalami keraguan, rasa bersalah, atau pertimbangan etis sebelum akhirnya menerima ChatGPT secara selektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT tidak menggantikan peran copywriter, melainkan menjadi mitra teknologi yang mempercepat proses kreatif dengan tetap menempatkan manusia sebagai pengarah, kurator, dan pengambil keputusan akhir.
Copyrights © 2026