Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi bauran pemasaran jasa (7P) Nusantara Edupark Madiun sebagai strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan minat kunjung wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif dan metode studi kasus tunggal deskriptif merujuk pada Robert K. Yin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Manajer Pemasaran, tim media sosial, staf operasional, serta pengunjung Nusantara Edupark Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran jasa (7P) telah dijalankan secara menyeluruh oleh pihak manajemen dan berhasil mengonfirmasi keempat dimensi minat kunjung menurut Augusty Ferdinand, yaitu minat transaksional, referensial, preferensial, dan eksploratif. Elemen people dan process tampil sebagai komunikator merek yang paling unggul melalui kedekatan interpersonal dan kecepatan pelayanan, sementara elemen promotion, product, dan physical evidence masih memerlukan optimalisasi, khususnya pada perencanaan konten, revitalisasi wahana yang tidak beroperasi, serta kebersihan fasilitas toilet dan kolam renang. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan komunikasi pemasaran terpadu (IMC), perluasan jaringan kemitraan dengan biro perjalanan dan institusi pendidikan di luar Madiun, serta penguatan standar operasional kebersihan agar citra edutainment yang telah terbentuk dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026