Konvergensi media menjadi strategi penting bagi radio konvensional agar tetap relevan dengan generasi Z yang berorientasi pada platform visual dan on-demand seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan memahami strategi konvergensi media Radio DJ FM Surabaya dalam membangun relevansi dengan generasi Z melalui akun Instagram @djfmsurabaya. Menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Program Director, Social Media Specialist, penyiar, dan dua audiens generasi Z, didukung observasi non-partisipan dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan konvergensi konten DJ FM berlangsung asimetris, sangat terpusat pada Instagram, sementara YouTube dan website tidak dikembangkan setara akibat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Strategi ini diarahkan pada perluasan jangkauan, peningkatan engagement dan awareness, serta legitimasi terhadap pengiklan, yang diukur secara kuantitatif melalui followers, engagement, dan views tanpa instrumen yang menangkap kedalaman keterlibatan audiens. Produksi konten dijalankan melalui metode Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) terhadap tren topik, format visual, dan audio viral, namun sangat bergantung pada anak magang generasi Z yang berotasi reguler sebagai proxy informal riset audiens. Studi ini juga menemukan gejala selective presence, yaitu audiens menetap di Instagram tanpa berkonversi menjadi pendengar radio, yang menantang konsep migratory behavior dalam teori konvergensi Jenkins. Konvergensi konten DJ FM lebih tepat dibaca sebagai respons adaptif terhadap tekanan struktural triple crisis relevansi, identitas, dan ekonomi radio Indonesia, ketimbang inovasi strategis yang lahir dari perencanaan matang.
Copyrights © 2026