Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membawa gangguan masif dalam industri media digital, ditandai dengan tingginya tekanan kecepatan publikasi lintas platform. Wartawan olahraga, khususnya yang tergabung dalam Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jawa Timur, membayangkan kenyataan beban kerja yang ketat dalam menyajikan berita kompetisi olahraga yang padat. Kehadiran teknologi AI generatif menawarkan solusi otomatisasi, namun memicu dinamika adaptasi serta tantangan etis tersendiri di ruang redaksi masih terhambatnya bias pemahaman konteks lokal dan adanya kesenjangan adaptasi digital antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perspektif serta interaksi subyektif wartawan olahraga SIWO PWI Jawa Timur mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi Alfred Schutz. Data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dengan lima informan wartawan olahraga SIWO PWI Jawa Timur yang dipilih berdasarkan variasi latar belakang generasi lintas era digital. Data sekunder didukung oleh studi dokumen produk artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pers mengintegrasikan AI seperti ChatGPT, Gemini dan kecerdasan buatan lainnya murni sebagai alat bantu pendukung dalam proses jurnalisme tanpa mendegradasi intuisi serta kendali moral wartawan. Meski demikian, efektivitas pemanfaatannya di lingkungan SIWO Jatim.
Copyrights © 2026