Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pernikahan dini yang dibentuk oleh pengaruh keluarga, dengan menggunakan perspektif "masyarakat" dalam kerangka teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini mengkaji lima pasangan di Kota Probolinggo yang menikah pada usia muda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk menikah tidak semata-mata didasarkan pada kehendak individu, melainkan sangat dipengaruhi oleh keluarga yang terwujud dalam bentuk perjodohan, tuntutan kepatuhan kepada orang tua, nilai-nilai agama, serta tradisi budaya setempat. Nilai-nilai tersebut terinternalisasi sebagai pedoman dalam menyetujui pernikahan, meskipun sebagian responden pada awalnya belum siap secara psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa "masyarakat" merupakan faktor dominan dalam membentuk makna pernikahan dini, yang mengesampingkan keinginan pribadi. Akibatnya, pernikahan dipandang sebagai wujud tanggung jawab, kepatuhan, dan pengabdian kepada keluarga.
Copyrights © 2026