Tingginya adopsi dan optimisme masyarakat Indonesia terhadap Artificial Intelligence (AI) telah mendorong masifnya integrasi teknologi pintar di ruang redaksi media nasional. Namun, di tingkat media lokal, pemanfaatan AI memunculkan keragaman respons dan pemaknaan yang tidak seragam di kalangan jurnalis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi jurnalis media lokal di Jawa Timur terhadap penggunaan AI dalam aktivitas jurnalistik melalui kacamata teori imagined affordance. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data digali melalui wawancara mendalam bersama empat jurnalis aktif dari variasi posisi keredaksian (Informan AB, SI, IR, dan AS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi jurnalis terhadap AI tidak bersifat dinamis. imajinasi awal dan realitas lapangan, di mana jurnalis lokal tetap memegang kendali penuh atas kualitas dan etika karya jurnalistik. Meski mengadopsi AI sebagai alat bantu teknis, jurnalis tetap selektif dan menekankan pentingnya kontrol manusia.
Copyrights © 2026