Komunikasi organisasi menjadi faktor penting dalam mendukung koordinasi kerja, adaptasi anggota baru, serta internalisasi budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi organisasi antara karyawan dan mahasiswa program magang di Bagian Humas Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri atas Manajer Tata Usaha dan Humas, Supervisor Humas, dua staf Humas, satu mahasiswa magang aktif, dan satu alumni program magang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan perspektif budaya komunikasi organisasi Katherine Miller serta konsep strong culture dari Deal dan Kennedy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi terbentuk melalui komunikasi vertikal, horizontal, dan informal yang saling melengkapi dalam mendukung koordinasi kerja. Saluran komunikasi berlangsung melalui interaksi tatap muka dan media digital sehingga mempercepat penyampaian informasi dan koordinasi pekerjaan. Gaya komunikasi yang terbuka, suportif, dan profesional mempermudah proses adaptasi mahasiswa magang sekaligus membangun hubungan kerja yang kolaboratif. Budaya organisasi juga berperan dalam menginternalisasikan nilai-nilai organisasi melalui orientasi, pendampingan mentor, briefing, evaluasi berkala, serta jaringan komunikasi formal dan informal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga menjadi mekanisme pembentukan budaya organisasi yang mendukung adaptasi, profesionalisme, dan efektivitas kerja mahasiswa magang dalam lingkungan birokrasi publik.
Copyrights © 2026