Infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi, namun kondisi perkerasan jalan sering mengalami penurunan akibat beban lalu lintas yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kerusakan jalan pada ruas Padamara–Paok Motong serta menentukan prioritas penanganan berbasis Surface Distress Index (SDI) yang diintegrasikan dengan Geographic Information System (GIS). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei visual kerusakan jalan yang meliputi retak, lubang, dan deformasi permukaan. Data dianalisis menggunakan metode SDI untuk mengklasifikasikan kondisi jalan menjadi baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat, kemudian dipetakan secara spasial menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalan didominasi oleh kategori sedang hingga rusak berat dengan sebaran yang tidak merata di sepanjang ruas jalan. Integrasi SDI dan GIS menghasilkan peta kondisi jalan yang mampu mengidentifikasi segmen prioritas penanganan secara lebih jelas dan sistematis. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa metode SDI efektif dalam menilai tingkat kerusakan jalan, sedangkan GIS meningkatkan kemampuan visualisasi spasial untuk mendukung pengambilan keputusan. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya penerapan sistem pemeliharaan berbasis data spasial secara berkelanjutan. Implikasinya, hasil penelitian dapat digunakan oleh instansi terkait sebagai dasar perencanaan pemeliharaan jalan yang lebih efisien, terarah, dan berbasis kondisi aktual di lapangan.
Copyrights © 2026