Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XIX Aparatur Sipil Negara Pada Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2024 merupakan Pelatihan Struktural Kepemimpinan Pengawas yang wajib diikuti oleh Aparatur Sipil Negara pada Pemerintah Provinsi Riau terutama jabatan pengawas. Namun, dalam pelaksanaanya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti peserta yang mengikuti pelatihan tidak dibebas tugaskan dari jabatan sebagai pengawas (Eselon IV), pola pembelajaran menggunakan Blended Learning tidak maksimal dalam pelaksanaan pelatihan. Penelitian ini berfokus bagaimana pelaksanaan PKP Angkatan XIX serta faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan PKP Angkatan XIX Aparatur Sipil Negara pada Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi yang memiliki karakteristik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara terbuka serta dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanan pelatihan. Analisis data dilakukan melalui penyederhanaan data, meringkas data sesuai dengan kebutuhan peneliti, mendisplay data agar sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan serta merangkum semua data baik melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Riset ini memakai teori manajemen George R. Terry dengan fokus pada fungsi pelaksanaan (Actuating) yang meliputi aspek sumber daya manusia, motivasi, kepemimpinan dan komunikasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa pelaksanaan PKP Angkatan XIX di pemerintah Provinsi Riau Tahun 2024 belum optimal. Hambatan utama meliputi peserta yang mengikuti pelatihan tidak dibebas tugaskan dari jabatan, serta pola pembelajaran menggunakan Blended Learning tidak maksimal dalam proses pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas SDM, peningkatan komitmen pimpinan, serta komunikasi antara BPSDM Provinsi Riau dengan masing-masing kepala dinas lebih baik lagi agar pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XIX berjalan dengan baik.
Copyrights © 2026