Pembelajaran IPS di SMP kerap menghadapi kendala dalam menghubungkan materi dengan kehidupan nyata siswa, sehingga keterlibatan belajar belum optimal. Penelitian ini mengkaji bentuk kolaborasi guru pamong dan mahasiswa Asistensi Mengajar dalam implementasi pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Mojoagung, sekaligus mendeskripsikan pelaksanaannya dan dampaknya terhadap keaktifan serta pemahaman siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan satu guru pamong dan tiga siswa kelas VIII sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi berjalan dalam pola kemitraan—bukan hierarki—yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran secara bersama. Pembelajaran kontekstual diwujudkan melalui kegiatan observasi lapangan, wawancara, diskusi berbasis pengalaman siswa, dan penggunaan contoh nyata dari lingkungan sekitar. Siswa merespons positif karena materi terasa lebih dekat dengan keseharian mereka dan suasana kelas menjadi lebih komunikatif. Temuan ini mengonfirmasi bahwa program Asistensi Mengajar tidak sekadar wahana latihan mengajar, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.
Copyrights © 2026