Permasalahan utama UMKM Kopi Bagong adalah sistem pengendalian persediaan tradisional yang menyebabkan fluktuasi stok bahan baku, seperti kekurangan hingga 40 kg dan kelebihan hingga 100 kg biji kopi. Hal ini mengganggu produksi, meningkatkan biaya, dan menyebabkan ketidakmampuan memenuhi permintaan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem perencanaan persediaan yang akurat melalui integrasi Peramalan (Moving Average 3 bulan), Material Requirement Planning (MRP), dan Lot for Lot (LFL). Data historis penjualan 12 bulan dianalisis untuk meramalkan kebutuhan sebagai input Master Production Schedule. Berdasarkan Bill of Material (BOM) produk, dihitung kebutuhan bersih setiap komponen melalui MRP. Hasilnya, sistem yang diusulkan berhasil menghasilkan rencana pembelian yang spesifik dan tepat waktu. Untuk biji kopi mentah, direkomendasikan pemesanan 4,56 kg pada periode tertentu, sementara untuk kemasan dihasilkan jadwal yang mencegah stock out. Simpulannya, integrasi Forecasting, MRP, dan LFL terbukti efektif sebagai solusi sistematis untuk mengendalikan persediaan, meminimalkan fluktuasi stok, dan mendukung efisiensi operasional.Kata Kunci: Material Requirement Planning (MRP), Forecasting, Lot for Lot, Persediaan Bahan Baku.
Copyrights © 2026