Lede (Colocasia esculenta) merupakan tanaman pangan lokal yang memiliki potensi ekonomi tetapi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Sari Angkat, Kota Bima. Penelitian ini mengidentifikasi peluang pengembangan produk olahan lede menjadi keripik bernilai tambah melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang melibatkan 23 mahasiswa STIE Bima. Metode pelaksanaan mencakup survei kebutuhan pasar, pelatihan teknologi pengolahan, pengujian formula produk, dan sosialisasi pasar. Hasil menunjukkan bahwa produk keripik lede "LEDE SARI" yang dihasilkan memiliki daya terima konsumen tinggi dengan penetrasi pasar mencapai 85% di tingkat lokal dalam tiga bulan pertama produksi. Peningkatan nilai tambah produk mencapai 465–740% dibanding nilai bahan baku, sementara kontribusi pendapatan kelompok UMKM meningkat Rp 4,2 juta per bulan. Strategi diversifikasi rasa original, balado, dan pedas manis terbukti memperluas segmen konsumen dan meningkatkan loyalitas pembelian. Kesimpulannya, pengembangan produk lokal berbasis teknologi pengolahan sederhana dan branding yang kuat mampu mengakselerasi transformasi ekonomi di tingkat desa tanpa memerlukan investasi infrastruktur besar.
Copyrights © 2026