Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu bencana yang sering melanda Kabupaten Barito Kuala, terutama di Kecamatan Marabahan, yang memiliki kondisi lahan dataran rendah dan gambut yang membuatnya rentan terbakar saat musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pembobotan, penilaian, dan overlay di dalam Sistem Informasi Geografis. Parameter yang dianalisis mencakup curah hujan, suhu, penggunaan lahan, dan kepadatan hotspot yang masing-masing diberikan bobot sesuai dengan dampaknya terhadap kejadian kebakaran. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Marabahan didominasi oleh kategori sangat rentan dengan luasan 87,34 km² atau 46,49% dari total area, diikuti oleh kategori tidak rentan seluas 72,91 km² (38,81%), sangat tidak rentan seluas 18,35 km² (9,77%), cukup rentan seluas 8,41 km² (4,48%), dan kategori sedang seluas 0,85 km² (0,45%). Walaupun penggunaan lahan didominasi oleh kebun kelapa sawit yang diklasifikasikan sebagai sangat tidak rentan terhadap kebakaran, pengurangan curah hujan, peningkatan suhu udara, dan tingginya konsentrasi hotspot pada musim kering menyebabkan peningkatan risiko kebakaran. Peta kerentanan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan mitigasi, pencegahan, serta pengelolaan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Marabahan.
Copyrights © 2026