Transformasi digital membawa tantangan besar bagi moralitas anak usia sekolah dasar (generasi alfa), seperti memudarnya nilai sopan santun dan empati sosial akibat paparan gawai tanpa filter. Kesenjangan terjadi karena proses pembelajaran di sekolah dasar sering kali terlalu berfokus pada capaian kognitif akademik dan mengabaikan evaluasi afektif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan dan menguatkan fondasi pendidikan karakter Profil Pelajar Pancasila yang diintegrasikan dengan nilai kearifan lokal Tri Hita Karana pada siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tabanan. Metode pelaksanaan program ini menggunakan pendekatan experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) melalui tiga sesi utama: internalisasi nilai spiritual secara mandiri (Parahyangan), simulasi sosial dan sportivitas lewat permainan tradisional (Pawongan), serta aksi nyata pemeliharaan lingkungan sekolah (Palemahan). Keberhasilan program diukur secara berkala menggunakan instrumen Kartu Kendali Mingguan (Character Checklist) berkolaborasi dengan orang tua serta Lembar Refleksi Guru. Hasil evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan peningkatan perilaku positif siswa yang signifikan pada aspek kejujuran (menjadi 82%), kedisiplinan (75%), empati sosial (88%), dan kepedulian lingkungan (92%). Simpulan dari pengabdian ini membuktikan bahwa pelatihan karakter berbasis kearifan lokal dan pengalaman konkret efektif membangun benteng moral siswa, sekaligus memberikan model asesmen afektif yang inovatif bagi pendidik.
Copyrights © 2026