Kemampuan berfikir tingkat tinggi dapat berkembang jika siswa terbiasa dan terlatih mengerjakan soal-soal HOTS. Kemampuan berfikir tingkat tinggi dapat menghasilkan ketrampilan yang dibutuhkan abad 21 yaitu kemampuan berfikir kritis dan kreatif. Artikel ini bertujuan untuk mengetahuai bagaiamana penyusunan instrumen penilaian HOTS pada matapelajaran Penididikan Agama Islam, kemudian bagaimana penilaian HOTS dapat meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dengan cara menganalisis dokumen-dokumen yang linear dengan topik penelitian. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih dokumen-dokumen berupa referensi-refensi yang sesuai dengan topik penelitian. Analisis data penelitian menggunakan analisis isi yang dilakukan dengan cara menganalisis dokumen-dokumen penelitian berupa referensi yang linear dengan topik penelitian. Kemudian menentukan unit analisis, kategori dan koding. Dilanjutkan menganalisis dan menginterpretasikan hasil penelitian serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS tidak jauh berbeda dengan penyusunan instrument soal biasa. Bedanya ada penambahan penggunaan stimulus, bersifat kontekstual dan penggunaan permasalahan baru, serta soal-soal berada pada level kognitif C4, C5 dan C6. Hanya didapati banyak guru mengalami kesulitan dalam menyusun soal-soal HOTS. Guru yang terbiasa memberikan soal-soal HOTS pada penilaian formatif dan sumatif, maka siswa mempunyai kemampuan berfikir tingkat tinggi, karena siswa menjadi terlatih mengerjakan soal-soal HOTS. Akhirnya siswa dalam situasi nyata dapat menghadapi tantangan. Siswa dapat melihat masalah secara kritis dan menemukan cara kreatif dalam menyelesaikannya.
Copyrights © 2026