Kota Padang merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana alam salah satunya galodo yang terjadi pada November 2025 yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di Kecamatan Pauh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi jembatan setelah bencana kemudian melakukan pengelolaan data infrastruktur dalam satu sistem data terpadu dalam Geographic Information System (GIS). Dengan data terpadu ini menjadi dasar untuk membuat reka model infrastruktur dengan konsep Building Information Modelling (I-BIM). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui survei langsung di lapangan pada jalan dan empat jembatan terdampak bencana galodo pada November 2025, yaitu Jembatan Irigasi 1, Jembatan Koto Panjang Limau Manis, Jembatan Koto Tuo, dan Jembatan Lambung Bukik dan jalan menuju jembatan Lambung Bukik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jembatan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai dari pengikisan tanah di sekitar struktur, retakan pada bagian utama, hingga kerusakan berat yang menyebabkan jembatan tidak lagi dapat digunakan. Data hasil survei kemudian diolah dan diintegrasikan ke dalam sistem GIS yang dilengkapi dengan informasi spasial dan atribut serta foto dokumentasi, sehingga mampu memberikan gambaran kondisi infrastruktur secara lebih menyeluruh dan mudah dipahami. Data dalam bentuk Digital ini yang akan menjadi dasar dalam membuat reka model Building Information Modelling.
Copyrights © 2026