ABSTRAK Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat mengakses dan mendiskusikan informasi sejarah. YouTube tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai ruang publik digital yang memungkinkan terjadinya interaksi dan pertukaran gagasan antar pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi pengguna pada kanal YouTube @masanjas dalam diskusi sejarah Jabodetabek serta memahami peran kanal tersebut sebagai ruang publik digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap dua informan yang merupakan penonton kanal @masanjas. Data dianalisis berdasarkan tiga dimensi ruang publik Habermas, yaitu keterbukaan, kesetaraan partisipasi, dan orientasi pada kepentingan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kanal @masanjas dipandang sebagai ruang diskusi yang terbuka dan inklusif, di mana pengguna dapat mengakses informasi sejarah serta berpartisipasi dalam pertukaran pengetahuan. Meskipun tingkat keterlibatan pengguna berbeda, kedua informan menilai kolom komentar sebagai sumber informasi tambahan yang memperkaya pemahaman terhadap sejarah lokal. Selain itu, konten dan interaksi yang terjadi di dalam kanal mampu mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sejarah Jabodetabek. Dengan demikian, kanal YouTube @masanjas tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi sejarah, tetapi juga sebagai ruang publik digital yang mendukung pembentukan pemahaman kolektif mengenai sejarah lokal. ABSTRACT The development of digital media has transformed the way people access and discuss historical information. YouTube functions not only as a platform for information dissemination but also as a digital public sphere that facilitates interaction and the exchange of ideas among users. This study aims to analyze user interactions on the YouTube channel @masanjas in discussions about the history of the Greater Jakarta area (Jabodetabek) and to examine the channel's role as a digital public sphere. The research employed a qualitative approach using in-depth interviews with two informants who regularly watched content from the @masanjas channel. Data were analyzed based on Habermas’s three dimensions of the public sphere: openness, equality of participation, and orientation toward the common good. The findings indicate that @masanjas is perceived as an open and inclusive discussion space where users can access historical information and engage in knowledge-sharing activities. Although the level of user participation varies, both informants viewed the comment section as an additional source of information that enriches their understanding of local history. Furthermore, the content and interactions within the channel contribute to raising public awareness of the importance of preserving the historical heritage of Jabodetabek. Therefore, the @masanjas YouTube channel serves not only as a medium for historical education but also as a digital public sphere that supports the development of collective understanding of local history.
Copyrights © 2026