Kualitas penyembelihan halal tidak hanya ditentukan oleh pemahaman syariat, tetapi juga keterampilan teknis, khususnya dalam penggunaan alat sembelih yang tajam. Permasalahan yang sering ditemukan di masyarakat adalah rendahnya kemampuan juru sembelih dalam mengasah pisau secara benar, sehingga berpotensi memengaruhi kehalalan dan kesejahteraan hewan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan juru sembelih halal melalui pelatihan asah bilah sembelih berbasis prinsip ihsan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan di Pringsewu dengan melibatkan peserta dari kalangan juru sembelih dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya ketajaman pisau dalam penyembelihan serta peningkatan keterampilan dalam teknik pengasahan yang tepat. Peserta mampu menentukan sudut pengasahan, menggunakan batu asah sesuai standar, serta menguji tingkat ketajaman pisau secara mandiri. Luaran kegiatan berupa peningkatan kompetensi peserta dan tersedianya alat pendukung praktik yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal serta berkontribusi terhadap peningkatan standar praktik penyembelihan yang sesuai dengan prinsip syariat dan kesejahteraan hewan.
Copyrights © 2026