Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi, namun pengembangan motif pada UMKM masih menghadapi keterbatasan inovasi desain. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengrajin dalam mendesain motif batik berbasis geometri. Kegiatan dilaksanakan pada 04–12 April 2026 di Galeri Andanan Batik Lampung, Desa Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran, dengan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, pemberian materi konsep geometri dan prinsip desain, praktik perancangan motif, serta pendampingan implementasi pada kain batik. Konsep yang diterapkan mencakup simetri, transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi), serta pola pengulangan yang dipadukan dengan motif khas Lampung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas pengrajin dalam menghasilkan motif yang lebih variatif, terstruktur, dan estetis. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kapasitas UMKM, terutama dalam inovasi produk dan daya saing pasar. Dengan demikian, penerapan konsep geometri dalam desain batik menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Copyrights © 2026