Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Kabupaten Pringsewu sejauh ini telah berjalan baik pada tahap pembiasaan membaca pemahaman, tetapi masih memerlukan penguatan taktis agar berdampak lebih optimal terhadap capaian akademis siswa dalam menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menuntut penalaran tingkat tinggi (HOTS). Tantangan utama di lapangan adalah perlunya penyegaran kerangka pedagogis yang lebih aplikatif bagi guru untuk mengajarkan konsep analisis teks secara mendalam. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional dan instruksional guru Bahasa Indonesia SMP dalam pengajaran literasi membaca pemahaman yang difokuskan pada persiapan TKA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kemitraan partisipatif melalui diskusi interaktif dan bedah teks, Sasaran kegiatan melibatkan 27 guru Bahasa Indonesia SMP melalui kolaborasi antara FKIP UMPRI, BGTK Provinsi Lampung, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu. Hasil PKM menunjukkan tingkat ketercapaian yang baik. 85% peserta memiliki pemahaman mendalam tentang pengajaran kalimat utama, penyusunan simpulan logis, serta pemetaan makna tersurat dan tersirat. Model pendampingan kombinasi luring-daring direkomendasikan untuk mengoptimalkan keterbatasan waktu tatap muka pada program berkelanjutan.
Copyrights © 2026