Penelitian ini menganalisis kontribusi Abu Nida Chomsaha Sofwan terhadap pendidikan Islam holistik di Indonesia melalui tiga fokus, yaitu kerangka filosofis, pola kelembagaan, dan strategi kaderisasi dai serta kepemimpinan Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif life history yang dipadukan dengan analisis historis-kelembagaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga belas informan, telaah dokumen yayasan, dan observasi partisipatif selama enam bulan di Yogyakarta. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan-verifikasi; keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber-metode, member checking, audit trail, dan refleksivitas peneliti. Temuan menunjukkan bahwa Abu Nida membangun model pendidikan Islam holistik melalui tujuh khittah yang menyatukan dimensi epistemologis, moral, spiritual, komunikatif, intelektual, sosial, dan kewargaan. Model tersebut dilembagakan dalam ekosistem berjenjang ICBB, STITMA, Universitas Madani, dan jaringan cabang pesantren. Strategi kaderisasi dikembangkan melalui lima pilar: keteladanan, takarub ilallah, kelembutan dakwah, integrasi pendidikan-dakwah, dan kepemimpinan publik. Artikel ini menegaskan bahwa pendidikan Islam holistik tidak hanya bekerja sebagai gagasan normatif, tetapi juga sebagai konstruksi kelembagaan yang merutinisasi karisma tokoh menjadi sistem kaderisasi berkelanjutan.
Copyrights © 2026