Percepatan transformasi digital pascapandemi mendorong adopsi teknologi informasi sekaligus memunculkan tantangan psikologis berupa technostress stres akibat ketidakmampuan individu menghadapi tuntutan teknologi. Artikel ini bertujuan untuk: memahami konsep technostress, menjelaskan dampaknya terhadap kesejahteraan dan kinerja SDM, serta menawarkan strategi pengelolaannya bagi organisasi modern. Berdasarkan tinjauan literatur, technostress terdiri atas pencipta dan penghambat stres, dengan lima dimensi yang terbukti menurunkan kesejahteraan, memicu kelelahan emosional, dan meningkatkan keinginan berpindah kerja. Pengaruhnya bersifat kontekstual, dipengaruhi faktor generasi dan budaya seperti pada karyawan Generasi Z di Indonesia. Strategi holistik yang direkomendasikan mencakup penguatan kapasitas individu, dukungan organisasional, dan desain teknologi ramah pengguna, agar transformasi digital menjadi peluang kesejahteraan, bukan sumber stres dan turnover.
Copyrights © 2026