Kayu kelicung (Diospyros macrophylla Blume) merupakan jenis kayu lokal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan termasuk jenis kayu hitam yang dikenal sebagai penghasil kayu hitam. Jenis kayu ini biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku ukiran, patung, mebel, dan kerajinan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi batang (pangkal, tengah, dan ujung) terhadap sifat fisis dan mekanis kayu kelicung. Bahan yang digunakan adalah kayu kelicung (Diospyros macrophylla Blume) yang berumur sekitar 14 tahun, berdiameter 28 cm dan tinggi bebas cabang 8 m. Pohon diambil dari Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan satu faktor, yaitu posisi batang dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pangkal, tengah, dan ujung kayu kelicung berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanisnya. Berdasarkan PKKI NI 5-1961, kayu kelicung yang diteliti termasuk dalam Kelas Kuat II. Modulus Elastisitas (MOE) tertinggi terdapat pada pangkal, sedangkan terendah terdapat pada bagian tengah batang. Demikian pula, Modulus patah (MOR) tertinggi terdapat pada pangkal, sedangkan terendah terdapat pada bagian ujung pohon.
Copyrights © 2026