Pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat akibat arus urbanisasi dan migrasi tenaga kerja berimplikasi langsung terhadap tingginya tekanan spasial dan keterbatasan lahan permukiman. Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) merupakan salah satu solusi strategis yang diimplementasikan pemerintah untuk memitigasi isu backlog perumahan publik bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Evaluasi berkala terhadap keandalan infrastruktur dan fasilitas lingkungan sangat krusial guna memastikan kelayakan huni. Penelitian ini mengkaji kondisi eksisting fasilitas kawasan lingkungan pada Rusunawa Damai Beriman di Kota Balikpapan yang didirikan sejak tahun 1994, menjadikannya objek hunian vertikal tertua di kawasan tersebut. Metode evaluasi menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif melalui komparasi data observasi lapangan dengan parameter teknis SNI 03-7013-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Variabel utama yang dianalisis mencakup Ruang Terbuka, Taman, Tempat Bermain, dan Tempat Parkir. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian fasilitas kawasan sebesar 77,8%, di mana fasilitas ruang terbuka, taman, dan lahan parkir secara umum telah memenuhi ambang batas minimal luasan regulasi. Namun, ditemukan ketidaksesuaian fungsional sebesar 22,2% pada fasilitas Tempat Bermain Anak, yang mengalami over-capacity layanan sosial serta defisit luasan area spasial rill. Melalui metode analisis triangulasi data dan studi komparatif (benchmark) terhadap praktik pengelolaan rusunawa modern di DKI Jakarta, dirumuskan arahan optimasi tata ruang mikro kawasan, perbaikan geometri sirkulasi, integrasi zonasi keamanan, serta pemanfaatan pola parkir vertikal demi meningkatkan kualitas lingkungan hunian serta kesejahteraan komunitas penghuni secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026