Pembelajaran bahasa pada abad ke-21 menuntut pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga pada kemampuan peserta didik menggunakan bahasa untuk berpikir, berkomunikasi, dan memahami realitas sosial budaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep dan implementasi meaningful learning dalam pembelajaran bahasa melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa meaningful learning muncul ketika peserta didik mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman, budaya, kebutuhan, dan konteks kehidupan nyata mereka. Implementasi teknologi digital, AI, pembelajaran daring, simulasi, historical inquiry, serta pembelajaran berbasis pengalaman terbukti mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih aktif, reflektif, dan kontekstual. Selain itu, faktor psikologis seperti emosi, motivasi, refleksi, dan interaksi sosial berperan penting dalam proses konstruksi makna. Kajian ini juga menunjukkan bahwa meaningful learning berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan komunikasi, literasi digital, dan keterlibatan belajar peserta didik. Dengan demikian, penerapan meaningful learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi strategi penting untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2026