Pengembangan media pembelajaran inovatif merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Namun, berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan selama kegiatan Magang 1 dan Magang 2 di sekolah mitra, guru masih menghadapi kendala dalam mengembangkan media pembelajaran secara mandiri, seperti keterbatasan pengalaman, kreativitas, serta kesempatan mengikuti pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada JanuariāFebruari 2026 di 8 SD di Kabupaten Kulon Progo dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan guru sebagai mitra. Ā Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perancangan media, pembuatan media, dan demonstrasi penggunaan media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi yang dilakukan mampu menghasilkan berbagai media pembelajaran inovatif, yaitu Smart Box, Big Book, Smart TV, Diorama, dan Culture Adventure Box yang disesuaikan dengan karakteristik materi dan kebutuhan peserta didik. Selain menghasilkan media pembelajaran yang siap digunakan, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta kepercayaan diri guru dalam merancang, membuat, dan mengimplementasikan media pembelajaran secara mandiri. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan media pembelajaran inovatif sekaligus memperkuat kemitraan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2026