Artikel ini, merupakan hasil penelitian lapangan terkait dengan peran kepala sekolah dalam memberdayakan tenaga kependidikan. Penelitian ini dilatari oleh kegelisahan, adanya pemikiran bahwa, peran kepala sekolah tereduksi menjadi peran administrator, manajer, dan supervisor terhadap program-program yang dicanangkan pada lembaga pendidikan. Padahal, semestinya, peran kepala sekolah lebih luas dari terminologi yang dibingkai secara teoritik. Hal yang terpenting ialah, seorang kepala sekolah harus bisa menumbuhkan efektifitas program yang direncanakan, inovatif dalam mengambil keputusan, serta efesien dari sisi pengelolaan waktu. Semuanya ini harus terinternalisasi di dalam diri kepala sekolah. Agar, apapun program-program yang sudah dicanangkan bisa dilaksanakan secara seksama. Penelitian ini, berbentuk penelitian kualitatif dengan model analisa isi. Pada kesimpulannya, hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa, kedisiplinan, komunikasi, partisipasi, serta membangun budaya kerja yang professional, menjadi kata kunci keberhasilan kepemimpinan di SMAN 16 dan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Tanpa harus memisahkan kapan kepala sekolah berperan sebagai administrator, leader, manajer, dan supervisor. Holisme peran dan internalisasi tanggung jawab yang kuat, akan menghasilkan modal kepemimpinan yang dapat memberdayakan tenaga pendidik, secara efektif dan terukur.
Copyrights © 2016